Taliban Rebut Pangkalan Militer dan Mengambil Banyak Amunisi

A Taliban soldier armed with RPG launchers controls unruly and angry refugees on the arrival of UN High Commissioner for Refugees Ruud Lubbers, 30 April 2001, at the Maslakh refugee camp near Herat, Afghanistan. More than 110,000 people who fled from drought and fighting have taken refuge at the overcrowded camp living in miserable conditions.  Lubbers, visiting the Iran-Afghan border, called 30 April for a ceasefire in Afghanistan where war and drought have left a million people facing famine.   AFP PHOTO/POOL
Taliban Rebut Pangkalan Militer dan Mengambil Banyak Amunisi

Mustanir.com – Gerakan Taliban Afghanistan berhasil merebut pangkalan militer yang dikelola polisi di wilayah timur laut Afghanistan pada Ahad (26/07). Kemenangan itu diraih setelah lebih dari 100 polisi di markas itu menyerahkan diri di tengah pertempuran.

Dilansir dari Al-Jaazeera, pangkalan bernama Tarjaran itu berada di wilayah Badkhshan, timur laut Afghanistan. Wilayah itu terletak di perbatasan dengan China, Pakistan dan Tajikistan.

Pejabat setempat dan sumber keamanan mengatakan, seluruh senjata dan amunisi diambil alih oleh gerilyawan Taliban. Polisi dibiarkan pergi tanpa membawa senjata satupun.

Sementara itu, Gubernur Badkhshan Sah Waliyullah Adil mengatakan bahwa senjata dan amunisi yang disita Taliban cukup digunakan untuk menggulirkan pertempuran dalam jangka lama.

Kantor berita AFP melansir dari komandan polisi setempat melaporkan, lebih dari 100 tentara di pangkalan itu terlibat pertempuran sengit selama tiga hari terakhir dengan Taliban. Akan tetapi, mereka menyerah dan membuat kesepakatan dengan Taliban yang akhirnya senjata dan amunisi mereka diserahkan begitu saja.

“Padahal, mereka memiliki senjata dan amunisi yang cukup untuk menghadapi pertempuran selama tiga bulan,” kata sumber polisi tersebut seperti dinukil AFP.

Di sisi lain, pemerintah setempat menggambarkan keputusan yang diambil puluhan tentara di markas Tarjaran sebagai tindakan “khianat”. Pemerintah berjanji akan menindak mereka.

Seratus lebi polisi yang menyerahkan diri tersebut sempat ditawan beberapa saat. Kemudian, mereka dibebaskan setelah menandatangani kesepakatan yang salah satunya tidak bergabung lagi dengan polisi pemerintah. (kiblatnet/adj)

Categories