Tenda Festival Perjumpaan Yesus di Sepinggan Ambruk

tenda-rubuh

Tenda Festival Perjumpaan Yesus di Sepinggan Ambruk

Baru-baru ini, berlangsung Festival Kuasa Allah (FKA) ke-22 di Lapangan Pangkalan Udara TNI (AURI), Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebuah peristiwa menimpa acara yang diisi dua pastor, Philip Mantofa dan Fuji Harsono ini. Tenda utama festival ambruk setelah diguyur hujan deras di hari pertama acara.

“Penyebab runtuhnya atap panggung karena pada (Jumat) malam tanggal 8 (Mei) sekitar pukul 21.30 WITA hujan deras, disertai angin yang cukup kencang,” ujar Ali Mansyur, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Balikpapan kepada hidayatullah.com, Selasa (12/05/2015).

Philip pun mengomentari kejadian itu. “Saya rasa Iblis marah karena apa yang terjadi di malam pertama Festival Kuasa Allah, dan takut apa yang akan terjadi malam ini (hari kedua. Red),” tulisnya di akun Facebook dan Twitter resminya, Sabtu (09/05/2015).

Dalam foto yang diunggahnya, akun @philipmantofamenggambarkan suasana panggung yang berantakan. Tampak atap, rangka, dan tiang tendanya jatuh ke lantai panggung. Belum diketahui kejadian ini menelan korban jiwa atau tidak.

Festival ini menarik perhatian sebagian umat Islam di Kota Beriman, termasuk Mansyur yang memantau jalannya FKA. Mereka menengarai acara pengobatan gratis itu diselubungi aksi pemurtadan.

Iklan Bikin Risau

Sejumlah warga Balikpapan mengungkap, sebelum digelar, FKA ini dipublikasikan begitu gencar di kota mayoritas Muslim itu. Baik melalui baliho, spanduk, maupun di angkutan umum.

“Sudah seminggu lebih (sebelum acara) ana (saya) selalu melihat iklan-iklan yang terpasang di belakang angkot-angkot di Kota Balikpapan, akan ada acara pengobatan gratis dengan tema ‘mukjizat Allah’ pada tanggal 8 dan 9 Mei,” tutur Muntadziruzzaman, warga Teritip, Balikpapan Timur kepada hidayatullah.com, Senin (11/05).

Tampak ruang baptis di arena FKA ke-22. Foto kanan: Salah satu iklan FKA ke-22 yang tersebar di sudut Balikpapan. [Foto: Muntadziruzzaman/Istimewa/Hidayatullah.com]

Sumber lain mengatakan, sebagian umat Islam berharap festival itu gagal digelar. Salah seorang dai di Balikpapan menyebut, ada 14 grup WhatsApp (WA) yang anggotanya berdoa agar terjadi hujan deras pada malam berlangsungnya FKA.

“Nah, di pagi hari (Sabtu) tanggal 9 saya baca di grup WA bahwa semalam panggung acara di Lapangan AURI roboh. Karena penasaran dengan keadaan di tempat kejadian, saya ke sana deh ba’da (usai) Zhuhur,” tutur Muntadziruzzaman.

Setibanya di AURI, lanjut dosen sebuah sekolah tinggi Islam ini, ternyata sudah banyak orang bergotong royong memperbaiki kerusakan tenda dan panggung. Mereka tetap akan melanjutkan acara FKA di malam kedua. Ia pun memotret suasana lokasi tersebut.

“Setelah saya lihat tenda-tenda di sekitar panggung, sepertinya (acara itu) bukan sekadar pengobatan, tapi ingin merekrut jamaah baru dengan adanya tenda khusus pembaptisan, dan lain-lain,” ujarnya menduga.

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari masyarakat sekitar AURI, sebelum acara pengobatan, ada pembaptisan dulu. Saat ambruknya tenda itu pun, panggung FKA dipenuhi banyak pengunjung.

Sekretaris Umum MUI Balikpapan, M Jailani mengatakan, tak ada laporan masyarakat secara resmi disertai bukti kuat ke MUI terkait dugaan itu. Belum diketahui pula apakah ada orang Islam yang mengikuti FKA.

“Sehingga MUI tidak mengambil sikap, hanya memantau saja, kalau-kalau (saat itu) ada ajakan dari rumah ke rumah umat Islam untuk menghadiri acara tersebut,” ujarnya kepada media ini.

Dalam berbagai bentuk iklannya tertulis, acara ini “untuk kalangan sendiri”. FKA yang pertama kalinya di Kalimantan ini pun diklaim dihadiri 7 ribu umat Kristiani.

Sementara menurut Ketua Panitia FKA, Welly Lirianto, acara ini terbuka untuk umum. “Panitia mengundang masyarakat umum dari semua latar belakang dengan semua jenis penyakit yang membelenggu,” ujarnya dikutip kaltimpost.co.id, Sabtu (09/05/2015).

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi dari panitia FKA maupun pastornya terkait dugaan pemurtadan. Nomor kontak resmi panitia dan telepon kantor Yayasan FKA di Surabaya, yang dihubungi hidayatullah.com, Rabu (13/05) pagi, sudah tidak aktif. Berbagai usaha konfirmasi melalui SMS, E-mail, Facebook, dan Twitter sejak beberapa waktu lalu pun tidak direspon.

Dalam penjelasannya dalam laman resmi fka.or.id, Festival Kuasa Allah adalah perayaan besar-besaran semacam reinagurasi bagi petobat baru atau jiwa-jiwa yang terhilang dan orang sakit yang berjumpa dengan Tuhan Yesus.

“Festival Kuasa Allah (FKA) bertujuan menghadirkan Kuasa Allah ke tengah-tengah jemaah sehingga mereka berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus,” demikian tulisnya. (hidayatullah/adj)

Categories