Tetaplah Bersama Panduan Ulama

Tetaplah Bersama Panduan Ulama

Tetaplah Bersama Panduan Ulama

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

Allah ﷻ berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُون
َ
“Maka bertanyalah kepada Ahludz Dzikri jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An Nahl (16): 43)

Siapakah Ahludz Dzikri yang dimaksud oleh ayat yang mulia ini?

Berkata Imam Al Qurthubi Rahimahullah dalam kitab tafsirnya:

وقال ابن عباس: أهل الذكر أهل القرآن وقيل: أهل العلم، والمعنى متقارب

Berkata Ibnu ‘Abbas: “Ahludz Dzikri adalah Ahlul Quran (Ahlinya Al Quran), dan dikatakan: Ahli Ilmu (ulama), makna keduanya berdekatan.” (Imam Al Qurthubi, Al Jami’ Li Ahkamil Quran, Juz. 10, Hal. 108, Ihya’ Ats Turats Al ‘Arabi, 1985M-1405H. Beirut-Libanon)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَة
َ
“Jika urusan dikembalikan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya.” (HR. Bukhari No. 59, 6496. Ibnu Hibban No. 104, Ahmad No. 8729, Al Baghawi No. 4232)

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

البركة مع أكابركم

Keberkahan itu ada bersama orang-orang besar kalian. (HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 10493, Ibnu Hibban No. 559, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih)

Siapakah akaabir – “orang-orang besar” yang dimaksud? Mereka adalah ahlul ilmi (ulama). (Jami’ Al Ahaadits No. 10505)

Maka, tetaplah bersama ulama Rabbani yang lantang menyuarakan kebenaran, bukan artis perusak moral, pelawak, wartawan bayaran, media-media perusak, politisi busuk, … jangan sedikit pun meninggalkan para ulama di saat zaman penuh fitnah seperti ini.

Wallahu A’lam wa Ilaihil Musytaka

Categories