Turki Izinkan Amerika Menempati Pangkalan Udaranya

perbatasan-turki-suriah

Turki Izinkan Amerika Menempati Pangkalan Udaranya

Mustanir.com – Turki telah mengizinkan pesawat berawak dan tanpa awak AS untuk melancarkan serangan udara terhadap kelompok ISIS dari pangkalan udara di wilayah Turki. Kesepakatan tersebut, yang akan mengizinkan pesawat tempur AS terlibat dalam operasi anti-ISIS dari pangkalan Turki di Incirlik dan Diyarbakir.

Sebelumnya Presiden AS Barack Obama telah berbicara melalui percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kesepakatan baru tersebut akan memudahkan pemboman AS terhadap sasaran ISIS. Sebab kedua pangkalan itu berada jauh lebih dekat dengan perbatasan Suriah dibandingkan dengan Irak, Kuwait, dan Jordania, tempat serangan udara terhadap ISIS saat ini dilancarkan.

Gedung Putih mengatakan sejak percakapan telepon itu, kedua pemimpin sepakat membahas kerja sama yang mendalam dalam perang melawan ISIS. Kedua pemimpin itu juga membahas upaya “untuk mewujudkan keamanan dan kestabilan di Irak dan penyelesaian politik bagi konflik di Suriah”. Namun, pernyataan tersebut tidak menyebut-nyebut adanya kesepakatan mengenai penggunaan pangkalan udara di Turki. (rol/adj)

Turki Bersumpah Memerangi ISIS

Pemerintah Turki bersumpah akan melanjutkan serangannya terhadap militan ISIS setelah melancarkan serangan udara pertamanya di Suriah. Dilansir dari BBC, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan serangan udara yang baru pertama kalinya dilakukan terhadap ISIS telah berhasil menghancurkan target. Lebih lanjut, ia mengatakan Turki telah mempersiapkan mengirimkan pasukannya di sepanjang perbatasan Suriah jika diperlukan.

Sebelumnya, pasukan Turki terlibat baku tembak dengan militan ISIS pada Kamis (23/7) di dekat perbatasan Suriah. Seorang pasukan Turki pun tewas. Sedangkan, pada Jumat pagi, kepolisian Turki melakukan penggerebekan terhadap anggota ISIS dan militan Kurdi serta menahan 297 orang.

Penahanan ini dilakukan menyusul serangan kelompok militer Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang menewaskan dua anggota kepolisian Turki pada Rabu. Kelompok tersebut menyebut dua pria tersebut telah bekerja sama dengan ISIS dalam pengeboman kelompok aktivis Kurdi yang menewaskan 32 orang pada Senin.

Sementara, di Istanbul lebih dari lima ribu aparat membantu melakukan pencarian 140 properti. Menurut kantor berita Anadolu, juga dilakukan penahanan di kota Ankara, Izmir, dan di provinsi Sanliurfa, tak jauh dari perbatasan Suriah. Anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Front Partai Pembebasan Rakyat Revolusioner Marxis (DHKP-C) pun turut ditahan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan operasi penyerangan terhadap para militan akan tetap dilanjutkan. Secara terpisah, Turki menyebut pesawat jet F-16 telah menghantam tiga target ISIS di Suriah. Penyerangan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Turki sejak ISIS melakukan pergerakannya di Irak dan Suriah pada 2013. (rol/adj)

Categories