Wasekjen MUI: Menginginkan Politik Pisah dari Agama, Mungkin Saja Mereka ini Para Pembenci Agama

Wasekjen MUI: Menginginkan Politik Pisah dari Agama, Mungkin Saja Mereka ini Para Pembenci Agama

MUSTANIR.COM, JAKARTA  – Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain menyatakan bahwa kekuatan politik tanpa agama akan menjadi komunis, ateis, diktator, rakus, dan tidak tahu malu.

Sedangkan kekuatan politik tanpa agama menurutnya akan menjadi lemah dan dipinggirkan.

Hal ini beliau katakan karena nampaknya sudah banyak masyarakat yang sadar bahwa masa sekarang negara semakin jauh dari agama. “Seolah agama menjadi pengahalang besar. Rakyat banyak mulai sadar bahwa negara semakin dibawa jauh dari agama,” katanya, melalui akun Twitter pribadinya, belum lama ini.

Sehingga apabila ada yang menginginkan politik atau bernegara dipisah dari agama, maka hal itu bisa dipertanyakan mungkin saja mereka ini para pembenci agama.

“Siapakah yang benci agama? Rasulullah, nabi Agung, mereka nabi-nabi pedagang, beliau wafat dalam keadaan muslim, ….politik beliau agama, tapi mereka bilang agama racun.”

Sebelumnya memang ada ucapan yang menginginkan negara dipisah betul dari ajaran agama. Sontak ucapan tersebut menuai kontra dari kalangan tokoh Islam, aktivis, dan beberapa pakar hukum, baik tata negara maupun dari sisi pidana. (vic/rs)

Komentar Mustanir.com

Setuju dengan Ustadz Tengku Zulkarnain, betul sekali politik tanpa agama membuat pemimpin menjadi rakus, diktator, rakus dan tentu semakin zalim terhadap masyarakat yang dipimpinnya. Maka, sudah saatnya umat islam kembali kepada sistem politik yang sejalalan dengan agama yakni Khilafah.

Categories