Zona Abu-Abu itu Bernama Islam Moderat | Mustanir Media

image: geotimes


MUSTANIR.COM, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mengadakan perhelatan kabar International Islamic Education Expo (IIEE) atau Pameran Pendidikan Islam International 2017 di International Convention Exhibition, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (21/11/2017).

Tepat di acara tersebut terdapat pula “Serpong Declaration” yang berisi didalamnya ajakan untuk menyebarkan Islam moderat. Seperti isi pidato Menag, Lukman Safiudin “Isi dari Deklarasi Serpong bagaimana kita menjadikan Islam yang wasathiyah, Islam yang rahmatan lil alamin sebagai pedoman untuk menyebarkan Islam moderat.” (detiknews.com)

Acara ini dihadiri oleh para tokoh dan beberapa ormas besar perwakilan pimpinan Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Alwasliyah,Matlaul Anwar, Perti, Hidatullah, Al-Khairot, Rektor UIN Surabaya, Rektor UIN Jakarta, serta perwakilan pondok pesantren dari berbagai provinsi.

Islam Moderat, Model Apa?

Wajah Islam saat ini di identikkan dengan gaya beragama yang kaku, cenderung memaksakan kehendak, intoleran, tidak mau menerima perbedaan. Seiring dengan Islamphobia yang saat ini gencar di beritakan maka Islam dijadikan sebagai kambing hitam dari keributan-keributan yang terjadi.

Tak perlu jauh-jauh melirik negeri Muslim Timur tengah, didalam negeri saja di Indonesia Islam menjadi pemberitaan bahkan dakwah Islam yang menyeru kepada yang haq dianggap sebagai pemecah belah negeri ini. Parahnya aktivis dakwahnya di kriminalisasi dan isi dakwahnya dicap intoleran, ujaran kebencian dan berbagai macam tuduhan.

Melihat realita diatas menjadikan orang-orang yang tidak ingin Islam yang haq didakwahkan karena menganggap Islam “sejati” itu terlalu kaku dan tidak cocok dengan kepribadian negara maka Islam moderat ini dijadikan solusi yakni sebagai jalan tengah, agar Islam itu toleran terhadap perbedaan itu sendiri. Islam moderat dianggap menjadi solusi bagi keberagaman bangsa ini sehingga Islam moderat “dianggap” penyelamat dari Islam radikal ataupun Islam fundamentalis.

Didalam Islam sendiri sebenarnya tidak ada istilah-istilah Islam seperti Islam moderat, Islam liberal, Islam nusantara dan lain sejenisnya. Istilah-istilah ini digunakan untuk mengkotak-kotakkan kaum Muslimin agar semakin kecil kekuatan kaum Muslimin sehingga hal ini berujung pada perpecahan antar “penganut” aliran Islam. Islam moderat digunakan oleh kaum kafir Barat penjajah untuk melemahkan akidah umat Islam, sehingga kaum Muslim itu menjadikan dirinya berbeda dengan saudaranya yang lain sekalipun sama-sama memeluk akidah Islam.

Selengkapnya: Zona Abu-Abu itu Bernama Islam Moderat #Bagian 2

Categories