As Sisi : Presiden Mursi Mengira Saya Muslim yang Taat

jendral-as-sisi

As Sisi : Presiden Mursi Mengira Saya Muslim yang Taat

Pimpinan kudeta Mesir, Abdul Fattah As-Sisi mengatakan, Presiden Muhammad Mursi tatkala mengangkatnya sebagai Menteri Pertahanan mengira bahwa dirinya adalah muslim yang taat. Menurutunya lagi, Mursi menyakini bahwa dia mempunyai kesamaan visi dengannya.

Pada wawancaranya dengan harianWashington Post, As- Sisi juga menuduh Ikhwanul Muslimin akan memerintah Mesir sepeti Taliban di Afghanistan serta menjadikan negera yang terkenal dengan sungai nil itu sebagai negara Islam.

“Ikhwanul Muslimun membuat hidup rakyat Mesir jadi neraka, Ikhwan mirip Taliban yang akan menghancurkan Piramid dan kuil-kuil peninggalan Fir’aun. Para Politikus Islamis itu mengira bahwa jika mereka sudah berkuasa mereka bisa memaksakan visi dan misi mereka untuk mendirikan negara Islam,” ujarnya seperti dilansir portal rassd, Kamis (12/03).

As-Sisi menjabat sebagai Menteri Pertahanan Mesir sejak 12 Agustus 2012. Pada tahun 2013 dia kemudian memimpin kudeta untuk menggulingkan Presiden Mursi. Dan pada 26 Maret 2014, As-Sisi mengkonfirmasi akan mencalonkan diri sebagai presiden. Hingga kemudian terpilih pada pemilu yang diyakini rakyat Mesir penuh dengan kecurangan itu.

As-Sisi merupakan Jenderal yang dibiayai dan dilatih di Amerika oleh Dewan Keamanan Amerika, Sejumlah media, seperti stasiun berita al-Jazeera dan Reuters, sudah mengungkapkan profilnya.

Lahir di Kairo pada November 1954, al-Sisi lulus dari akademi militer Mesir pada 1977 dengan gelar diploma ilmu kemiliteran. Sebagai seorang perwira cemerlang, dia pun meneruskan pendidikannya ke luar negeri.

Pada 1992, al-Sisi menimba ilmu di Inggris, yaitu di sekolah militer Joint Services Command and Staff College. Lalu, pada 2006, dia pun meraih gelar master di Amerika Serikat, yaitu dari US Army War College di Pennsylvania.

Walau belum pernah menimba pengalaman tempur, karir al-Sisi terus menanjak. Semasa rezim Hosni Mubarak, al-Sisi bertugas sebagai atase militer Kedutaan Besar Mesir di Arab Saudi.

Dia lalu diangkat menjadi Kepala Staf untuk Komando Militer Mesir Zona Utara. Saat dewan militer mengambil alih kepemimpinan Mubarak pada Revolusi Februari 2011, al-Sisi beralih tugas menjadi Kepala Intelijen Militer.

Perselisihan antara panglima militer Jenderal Mohamed Hussein Tantawi dan Presiden Mursi, yang baru bertugas pada 30 Juni 2012, membawa berkah bagi al-Sisi. Dia pun diangkat menggantikan Tantawi, yang dipaksa Mursi untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Maka, sejak 12 Agustus 2012, al-Sisi mengemban jabatan yang sangat strategis, yaitu Panglima Angkatan Darat dan Ketua Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir. Dia pun rangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan.

Dikenal sebagai perwira yang relijius, al-Sisi pun sempat dicurigai punya hubungan baik dengan Ikhwanul Muslimin. Namun, di sisi lain, dia juga pengagum mendiang presiden pertama Mesir yang beraliran nasionalis, Gamal Abdel Nasser.

Inilah yang membuat kalangan media dan pengamat menerka-nerka apa motif sebenarnya al-Sisi sampai tega menyingkirkan Mursi, yang mengangkat dia sebagai panglima militer, dan memerintahkan penangkapan atas para tokoh Ikhwanul.

SUMBER dan SUMBER

Categories