Pembacaan Tuntutan oleh JPU Ditunda, Fahri Hamzah: Sandiwara Ahok Memuakkan
Pembacaan Tuntutan oleh JPU Ditunda, Fahri Hamzah: Sandiwara Ahok Memuakkan MUSTANIR.COM, JAKARTA — Wakil Ketua
Pembacaan Tuntutan oleh JPU Ditunda, Fahri Hamzah: Sandiwara Ahok Memuakkan MUSTANIR.COM, JAKARTA — Wakil Ketua
Video Kampanye Ahok-Djarot, Jubir HTI: Video itu Sangat Berbahaya dan Merusak MUSTANIR.COM – Video ‘Video
Mengapa Kalian memusuhi HTI? MUSTANIR.COM – Sungguh aneh di negeri ini, negeri dengan mayoritas muslim
GP Ansor – Banser Kerahkan 60 Personel Kawal Acara HTI “Pawai Panji Rasulullah dan Tablig
Serangan Lanjutan, Pasukan Rezim Assad dan Sekutunya Rusia Terus Menjatuhkan Bom Pembakar di Idlib Suria
Tuding ummat Islam biang rusuh dalam video kampanye Ahok, Aa Gym: PA AHOK saya PROTES
Soal Video Kampanye Ahok, Ustadz Abdur Rohim Ba’asyir: Ahok dan Tim Suksesnya adalah Kaum Rasis
Hukum Mendoakan Keburukan Bagi Penghalang Dakwah Khilafah Tanya: Ustadz, bolehkah kita mendoakan keburukan bagi orang yang menghalang-halangi perjuangan tegaknya Khilafah? (Rahmat, Bogor). Jawab : Para fuqaha sepakat boleh (ja`iz) hukumnya seorang muslim mendoakan keburukan kepada orang kafir maupun kepada sesama muslim yang berbuat zalim kepadanya secara khusus, atau berbuat zalim kepada kaum muslimin secara umum. Misalnya merampas harta, memfitnah, memukul, menyiksa, membunuh, dan sebagainya. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 20/267-268; Imam Nawawi, Al Adzkar An Nawawiyyah, hlm. 261-262; Imam Al Qarafi, Al Furuuq, 4/1428). Imam Nawawi berkata : وَقَدْ تَظَاهَرَ عَلىَ جَوَازِهِ نُصُوْصُ الْكِتَابِ وَالسُنَةِ وَأَفْعَالُ سَلَفِ الْأُمَةِ وَخَلَفِهَا ”Telah jelas kebolehan hal tersebut [mendoakan keburukan kepada orang yang berbuat zalim] berdasarkan nash-nash Al Qur`an dan As Sunnah. Juga berdasarkan perbuatan generasi umat Islam terdahulu (salaf) maupun generasi terkemudian (khalaf).” (Imam Nawawi, Al Adzkar An Nawawiyyah, hlm. 261). Dalil Al Qur`an, antara lain firman Allah SWT : لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ ”Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya.” (QS An Nisaa` [4] : 148). Imam Ibnu Katsir meriwayatkan penafsiran Ibnu Abbas RA terhadap ayat tersebut yang berkata : لَا يُحِبُ اللهُ أَنْ يَدْعُوَ أَحَدٌ عَلىَ أَحَدٍ إِلاَ أَنْ يَكُوْنَ مَظْلُوْماً فَإْنَهُ قَدْ أَرْخَصَ لَهُ أَنْ يَدْعُوَ عَلىَ مَنْ ظَلَمَهُ وَذَلِكَ قُوْلُهُ: { إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ } وَإِنْ صَبَرَ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ”Allah tidak menyukai seseorang yang mendoakan keburukan kepada orang lain, kecuali jika dia dizalimi. Karena sesungguhnya Allah telah memberikan rukhshah (keringanan) kepadanya untuk mendoakan keburukan bagi orang yang telah menzaliminya. Yang demikian itu berdasarkan firman-Nya (إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ) (kecuali oleh orang yang dizalimi). Tapi jika dia bersabar, itu lebih baik baginya.” (Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, 2/197).
Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib Tewaskan Ratusan Warga, Kebanyakan Anak-anak MUSTANIR.com, IDLIB, SURIAH
Ancaman Dibubarkan, Humas Zakir Naik Tak Tanggapi Serius MUSTANIR.com, PONOROGO – Humas Zakir Naik Indonesia