Generasi Berkualitas dalam Perspektif Islam

Generasi Berkualitas dalam Perspektif Islam

Mustanir.com – Islam merupakan agama yang tidak saja mengatur kehidupan ritual, tetapi juga seluruh aspek kehidupan umat manusia di dunia. Kesempurnaan Islam terbukti mampu mengubah generasi yang tadinya ummi (buta huruf) dan jahiliyah (bodoh/rusak) mnjadi sebuah generasi utama dan pelopor kemajuan kehidupan. Bahkan mampu membangun sebuah peradaban manusia yang khas, yang menyinari hampir seluruh bangsa di dunia dan kejayaannya bertahan lebih dari sepuluh abad.

Faktor paling menentukan kualitas generasi Islam adalh keimanannya dan keilmuannya. Oleh karena itu, tidak dikenal adanya dikotomi pendidikan seperti yang lazim terjadi dalam terjadi dalam hidup sekuler. Pendidikan generasi dalam pandangan Islam tidak hanya ditarget- kan tuk mncapai ketinggian teknologi dan ilmu pengetahuan smata. Target utama pendidikan generasi adalah untuk mencetak generasi yang memiliki keimanan yang kokoh, lalu dengan motivasi keimanan tersebutlah teknologi dan pengetahuan dikaji, dikuasai,dan dikembangkan. Artinya, keimanan menjadi dasar bagi keilmuan seseorang.

Gambaran generasi berkualitas dalam pandangan Islam adalah sebagai berikut:

Pertama, generasi yang berkepribadian Islam (Syakhshiyyah Islamiyah).

Yaitu generasi yang memiliki keimanan kuat terhadap Islam (Aqidah Islamiyah), dan bertekad menjadikan aqidah Islam tersebut sebagai standar satu-satunya dalam pola berpikir (aqliyah) dan pola sikapnya (nafisyah).

Semua aktivitas dan masalah dalam kehidupan, baik di keluarga, masyarakat maupun negara ditata dan diselesaikan berdasarkan petunjuk Syari’at Islam. Oleh karena itu, penanaman pemahaman yang utuh dan kokoh terhadap aqidah Islam menjadi penentu utama terbentuknya generasi yang berkualitas. Untuk membentuk generasi yang bersyakhshiyyah Islamiyah tentu membutuhkan pem- bekalan-pembekalan yang dapat mengarahkan pola pikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah) berasaskan pada Islam.

Pola pikir Islami (aqliyah Islamiyah) akan terbentuk bila pemahaman terhadap suatu fakta senantiasa dikaitkan dengan pemikiran dan pandangan Islam. Sebagai contoh, pemahaman terhadap pendidikan generasi, apa dan bagaimana tujuan, metode dan kurikulum yang harus diterapkan dan bagaimana peran keluarga , masyarakat maupun negara dalam pendidikan generasi, bila didasarkan penataannya pada keimanannya terhadap aqidah Islam, maka akan terbentuk pemikiran dan pandangan tentang pendidikan generasi yg Islami.

Namun bila pemahaman dan penyelesaian persoalan pendidikan generasi didasarkan pada cara pandang (ideologi) kapitalis sekuler, maka akan terlahir sistem pendidikan generasi sekuler yang sangat berbeda dan bertentangan dengan Islam. Contoh nyatanya adalah fenomena dikotomi pendidikan generasi saat ini, dimana agama dipisahkan dari aspek – aspek kehidupan, termasuk dari teknologi dan ilmu pengetahuan.

Begitu pula dengan pola sikap Islami (nafsiyah Islamiyah), akan terbentuk bila motivasi dalam generasi didasarkan pada keimanannya kepada Islam. Yaitu pendidikan generasi yang dilakukan bertujuan untuk mengantarkan generasi kita kepada derajat ketaqwaan yang lebih tinggi dan menebar kemaslahatan bagi manusia. Tetapi apabila motivasinya didasarkan pada cara pandang kapitalis sekuler, sekalipun dia seorang muslim, akan terjebak pada dorongan untuk meraih materi dan penguasaan ilmu yang melahirkan persaingan untuk mengalahkan individu, kelompok atau bangsa yang lain.

Karena dalam cara pandang kapitalis sekuler, berbicara pendidikan generasi tidak lagi karena kewajiban menuntut dan mengamalkan ilmu sebagaimana yang ALLAH SWT perintahkan, tetapi berbicara pendidikan generasi muda sama seperti berbicara tentang ekonomi, hukum, politik dan yang lainnya yang membahas tentang persoalan uang, kepentingan, dan kekuasaan. Pola pikir dan pola sikap Islami ini harus senantiasa dipupuk agar syakhsiyyah Islamiyah seseorang selalu mencapai kesempurnaan .

Faktor yang dapat menguatkan pola pikir Islam (aqliyah Islamiyah) adalah pemahaman yang utuh terhadap Islam,melalui pengkajian tsaqofah Islam (ilmu-ilmu Islam) seperti : ‘Ulumul Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Ushul Fikih, Fikih, ‘Ulumul Hadits, Tarikh dan ilmu yang berkaitan dengan sistem ekonomi, hukum, pendidikan, sosial, dan politik Islam. Semakin kuat seseorang mengaitkan berbagai persoalan kehidupan dengan pemahaman Islam maka semakin tinggi aqliyah Islamiyahnya. Oleh karena itu, dalam setiap pendidikan generasi Islam, tsaqofah Islam menjadi pembahasan pokok dalam setiap jenjang pendidikan generasi, sehingga akan mampu mengantarkan seseorang menjadi faqih fid-Diin (mumpuni dalam pemahaman agamanya) dan memiliki Aqliyah Islamiyah yang tinggi.

Adapun faktor yang akan bisa menguatkan pola sikap Islam (nafsiyah Islamiyah) adalah pelatihan dan pembiasaan untuk memperbanyak ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt, seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan lain-lain. Menyelaraskan perasaan dan hati untuk senantiasa terdorong melakukan aktivitas semata-mata hanya tuk meraih keridhoan Allah swt. Hal ini membutuhkan gemblengan dan kedisiplinan yang terus- menerus, keteladanan dari orang tua dan para pemimpin, serta kontrol (muhasabah) dari seluruh anggota masyarakat. Sehingga generasi yang terlahir akan memiliki kekuatan sikap (nafsiyah) yang diwarnai oleh aqidah Islam.

Kedua, generasi yang berjiwa pemimpin.

Islam datang dengan membawa seperangkat aturan yang sempurna yang terselesaikannya seluruh promblematika kehidupan manusia sampai akhir zaman. Pemikiran-pemikiran yang bersifat mendasar (menyingkap hakikat penciptaan dan kehidupan manusia dan hubungan- nya dengan Sang Pencipta ) dan menyeluruh ( meliputi seluruh jenis interaksi manusia ) menjadikan Islam bersifat universal.

Penerapan Syari’at Islam tidak hanya dikhususkan untuk umat Islam saja, tetapi juga merupakan rahmat bagi seluruh manusia dan mensejahterakan kehidupan manusia.

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Q.S. Al-Anbiya [21] : 107)

Karakter Islam yang demikian itulah yang mendorong umatnya untuk menyebarkan dan memperjuangkan Islam demi tegaknya Syariat Islam di muka bumi karena Islam tidak sekedar memperbaiki individu, tapi juga masyarakat,negara dan dunia seluruhnya. Hal ini yang mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan dalam diri umat atau generasi Islam. Generasi yang tak hanya mementingkan kesenangan hidup di dunia dengan mengejar materi, bermain-main dan berhura-hura (gaya hidup materialistik hedonistik).

Tetapi sebuah generasi yang serius dan sungguh-sungguh dalam memperjuangkan tegaknya Islam hingga menyinari seluruh alam. Generasi yang memberikan keteladanan dan mengajak umat manusia untuk jalan Islam. Generasi yang berjiwa pemimpin tampak dari tanggung jawabnya trhadap segala aktivitas dalam kehidupannya.Pemahaman Islam yang mengkristal pada dirinya mendorong untuk siap bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Baik pemimpin bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, bahkan umat di seluruh dunia. Mereka mengerti betul bahwa hidupnya syarat dengan amanah, dan kelak harus dipertanggung jawabkan kepada Sang Khalik, Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :

“Dan amir itu adalah pemimpin yang mengurusi urusan umat, dan dia bertanggungjawab dengan segala urusannya.” (H.R. Muslim)

Ketiga, mampu mengarungi hidup berdasarkan aqidah Islam.

Aqidah Islam menjawab semua pertanyaan mendasar dalam kehidupan manusia, yaitu dari mana asalnya manusia?, tuk apa manusia hidup di dunia?, dan akan kemana manusia sesudah meninggalkan dunia ini?,

Islam telah mengajarkan tuntunan yang sempurna, yang mampu menyelesaikan seluruh problematika hidup manusia di dunia ini. Seseorang yang memahami islam secara jernih dan mendalam kan menemukan jawaban, bahwa hanya dengan aqidah Islam semua persoalan baik persoalan pribadi, keluarga maupun masyarakat dan dunia seluruhnya akan dapat diselesaikan dengan baik. Dengan memahami bahwa tujuan hidup manusia adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, Sang Pencipta manusia dan alam semesta, maka sudah selayaknya manusia harus mengatur segala aktivitas dan menyelesaikan semua problem hidupnya dengan tuntunan Syar’iat Islam. Karena Islam telah menyediakan solusi yang kan mengantarkan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat kelak.

Generasi yang mendapatkan pembinaan untuk mengokohkan aqidah Islam dalam dirinya, akan mempu mengarungi medan kehidupan dengan penuh keberanian.Tak ada hal yang patut ditakuti kecuali murka Allah SWT. Hidupnya hanya diabdikan kepada Allah, pantang putus asa dan menyerah pada problem atau konflik yang melanda kehidupannya. Rasulullah saw. membina para sahabat dimasa awal Islam dengan gemblengan keimanan hingga sepuluh tahun. Beliau menanamkan keimanan kepada Allah sebagai satu-satunya Dzat yang harus disembah menggantikan sesembahan lainnya yang dah diwariskan turun-temurun.

Hal ini mengubah pola pikir para sahabat yang tadinya mengikuti apa yang dianut masyarakat dan nenek moyang mereka menjadi pengabdian hanya kepada Allah. Keyakinan akan pertemuannya dengan Allah kelak di akhirat, membuat para sahabat bersikap memandang dunia hanya sebagai tempat sementara, dan mereka sungguh-sungguh untuk meraih surga. Pengorbanan harta, tenaga, bahkan nyawa sekalipun kan mereka lakukan bila itu bisa mengantarkan mereka kepada surga. Contohnya adalah keluarga Amar bin Yasir mengorbankan nyawanya untuk mempertahankan keimanannya, meninggalkan keluarga dan hartanya demi mengikuti Islam. Demikian juga Abu Bakar yang menyerahkan seluruh hartanya tuk perjuangan Islam dan semua kaum muslimin yang turut hijrah ke Madinah meninggalkan kampung halamannya, harta, dan keluarganya.

Dengan pemahaman hidup yang benar dan sikap hidup totalitas sesuai dengan petunjuk Syariah Islam, generasi para sahabat, generasi pertama umat ini, telah mampu mengungguli peradaban dua negara adikuasa pada waktu itu,yaitu Persia dan Romawi.Mereka melengserkn kedaulatan kerajaan Kisra Persia dan memukul mundur kekuatan Romawi hingga ke kota Constatinopel. Dan menyatukan berbagai bangsa di bawah panji Islam. Ini adalah bukti nyata Keberhasilan pendidikan generasi berkualitas dalam perspektif Islam.

SUMBER

Categories