Ini 11 Prediksi Kondisi Dunia 10 Tahun ke Depan

 peta-dunia-versi-mural

Ini 11 Prediksi Kondisi Dunia 10 Tahun ke Depan

Mustanir.com – Pada 2015, badan intelijen swasta Strategic Forecasting atau Stratfor memublikasikan prediksi dekadenya. Ini adalah laporan yang berisi proyeksi 10 tahun ke depan dari perkembangan ekonomi dan politik global.

Stratfor yang berbasis di AS ini yakin bisa mengidentifikasi tren-tren utama satu dekade ke depan. Stratfor memperkirakan, dunia bisa lebih berbahaya dengan melemahnya, Rusia runtuh dan negara-negara tertentu akan mengalami kekacauan.

Namun, perkiraan dari Stratfor ini masih banyak dipertanyakan. Mengingat laporan itu terlihat hanya menggunakan sudut pandang dari Barat. Berikut prediksi lengkap Stratfor.

1. Rusia akan Runtuh

Sejumlah sanksi yang menyerang Rusia, penurunan harga minyak, nilai rubel yang menurun, meningkatnya pengeluaran militer dan meningkatnya perselisihan internal akan melemahkan posisi Kremlin sebagai salah satu kekuatan terbesar dunia. Rusia tidak akan terpisah jadi beberapa negara, namun kendali Moskow akan melemah.

Ada satu titik saat Rusia akan lebih efektif jika menerapkan semiotonomi. “Kami perkirakan otoritas Moskow akan melemah secara substansi yang membawa pada perpecahan baik secara formal maupun informal,” kata laporan. Hal itu membuat Federasi Rusia sepertinya tidak akan bertahan dengan formasi sekarang.

2. AS akan ‘Mengamankan’ Nuklir Rusia

Jika prediksi pertama benar, maka AS akan menjadi satu-satunya negara yang peduli dengan nuklir Rusia. Selama ini infrastruktur senjata nuklir Rusia menyebar di sepanjang area geografis. Jika Rusia runtuh, era senjata, materi fisik, dan sistem pengiriman Rusia akan berakhir.

AS akan melakukan sesuatu terkait hal itu. Entah itu mengirim pasukan untuk mengamakan senjata yang hilang, materi, dan misil lainnya.

3. Jerman akan Punya Banyak Masalah

“Kami memprediksi Jerman akan menderita krisis ekonomi yang parah dalam dekade selanjutnya,” tulis Stratfor. Konsumsi domestik Jerman tidak bisa menangani ekspor. Populasi Jerman juga diproyeksikan menurun. Hasilnya, negara yang jadi tujuan migran Timur Tengah ini akan berada di fase stagnan ala Jepang.

4. Polandia akan Jadi Salah Satu Pemimpin di Eropa

Negara di timur Jerman ini tampaknya akan naik daun. Polandia diprediksi jadi pusat perkembangan ekonomi dan menjadi semakin berpengaruh dalam politik. Populasi Polandia tidak akan menurun dibanding negara Eropa lain.

Faktanya, ia akan jadi negara Eropa yang paling besar dan sejahtera. Polandia semakin maju dalam kepemimpinan regional, bahkan hingga level tertinggi. Tapi, ini hanya akan berlaku jika Polandia menikmati hubungan yang dekat dan strategis awet dengan AS.

5. Akan ada Empat Eropa

Halangan ekonomi dan politik antara negara-negara Uni Eropa akan jadi masalah. Laporan memprediksi akan ada empat Eropa dalam satu dekade ke depan, yaitu Barat, Timur, Skandinavia, dan kepulauan Inggris. “Mereka tidak akan sedekat sebelumnya, baik dalam bidang ekonomi, politik, dan hubungan militer,” katanya.

6. Turki dan AS akan Jadi Sekutu Dekat

Sejumlah negara Arab masih belum akan membaik dalam waktu dekat. Namun, Turki akan jadi salah satu negara yang mendapat keuntungan besar, lebih kuat,  dan relatif stabil dengan bersekutu dengan AS.

“Turki akan terus membutuhkan keterlibatan AS untuk alasan politik dan militer,” katanya merujuk pada hubungan dengan Rusia. AS akan melakukannya, tapi dengan harga yang pantas. Keduanya akan bekerja sama dalam mengatur Laut Hitam.

7. Cina akan Menghadapi Masalah Besar

Cina akan menghadapi waktu-waktu sulit seiring dengan penurunan perkembangan ekonomi yang membawa pada menurunnya pamor partai berkuasa, Komunis. Masalah lain yang lebih besar setiap pertumbuhan Cina tidak akan terdistribusi dengan merata. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan.

8. Jepang akan Jadi Negara Maritim Asia

Jepang memiliki tradisi maritim dalam abad-abad sebelumnya karena merupakan negara kepulauan. Cina sedang membangun kekuatan maritim di Laut Cina sehingga Jepang tidak punya pilihan lain selain menandinginya. Seiring dengan melemahnya AS, Jepang harus melakukan semua sendiri. Kekuatan maritim ini termasuk dalam jalur pengiriman dan militer.

9. Laut Cina Selatan tidak akan Memicu Perang

Kekuatan regional akan memutuskan bahwa sengketa Laut Cina Selatan tidak cukup untuk meningkatkan ketegangan militer. Meski ini akan menjadi salah satu isu bergerak pasang surut.

10. Akan ada 16 Negara ‘Cina Mini’, Termasuk Indonesia

Seiring dengan melemahnya ekonomi Cina, kapasitas produksi akan stagnan. Ini jadi berita baik bagi negara-negara lain. Beberapa negara akan jadi “Cina mini”  seiring dengan hal ini, di antaranya Meksiko, Nikaragua, Republik Dominika, Peru, Ethiopia, Uganda, Kenya, Tanzania, Bangladesh, Myanmar, Sri Lanka, Laos, Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Indonesia. Mereka bisa meningkatkan ekonomi seiring dengan lowongan pekerjaan manufaktur yang sebelumnya dikuasai Cina.

11. Kekuatan AS Menurun

Seiring dengan dunia yang tidak bisa diprediksi dan terganggu dalam 10 tahun ke depan, AS akan merespons dengan bijaksana dengan tidak mengambil semua tantangan. Sebelumnya, AS mengambil peran aktif untuk menyelesaikan semua masalah dunia.

“AS akan tetap terdepan dalam ekonomi, politik dan militer, tapi dunia tidak akan terlalu terikat dengannya lagi seperti di masa sekarang,” katanya. Ini membuat AS terlihat lebih sedikit dan tidak terlalu berpengaruh. (rol/adj)

Categories