Ini Kronologi Insiden Aceh Singkil Menurut Polisi

Gereja-di-Aceh-Singkil1-627x284

Ini Kronologi Insiden Aceh Singkil Menurut Polisi

Mustanir.com – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membeberkan kronologi terjadinya bentrok antarwarga di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.

Dia menyebut akar masalah dari insiden yang berimbas pada pembakaran gereja serta menewaskan dua warga dan empat orang luka-luka itu lantaran penertiban rumah ibadah yang dianggap tak memiliki izin.

“Terkait adanya 21 gereja bermasalah karena tak memiliki izin, sehingga oleh pemuda akan ditertibkan,” kata Badrodin di rumah dinasnya, Jakarta, Selasa (13/10).

Sebelum aksi itu dilakukan, Badrodin menyebut pemerintah daerah dan tokoh agama sudah membuat kesepakatan jika pembongkaran akan dilaksanakan pasa 19 Oktober 2014. Namun, sejumlah warga mengambil langkah lebih dulu dengan membakar gereja.

“Rupanya perwakilan warga ini tak diakui oleh warga yang melakukan pembakaran,” ujar dia.

Dalam menjalankan aksinya, warga yang berjumlah sekitar 500 orang mendatangi setiap gereja yang di lingkungan tersebut. Dengan jumlah warga yang tak sebanding dengan jumlah TNI-Polri yang hanya berjumlah 20 orang setiap gereja, warga beringas dan membakar gereja.

“Jam 8 warga berkumpul di masjid Kajang Bawah, Simpang Kanan, Singkil. Jam 10 mereka bergerak ke tugu, kemudian dihadang pasukan TNI-Polri sehingga mereka menuju ke rumah ibadah GHKI desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah. Tiap-tiap gereja tadi sudah dilakukan pengamanan oleh TNI-Polri karena objeknya cukup banyak hanya diamankan sekitar 20 orang. Warga massanya 500 orang. Mereka menyebar dengan motor dan menuju gereja dan membakar,” pungkas dia.

Sebelumnya, telah terjadi bentrok antarwarga di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Akibat insiden tersebut, gereja ikut dibakar oleh warga. Selain itu, pecahnya bentrok mengakibatkan dua warga tewas dan empat luka-luka. (mdk/adj)

Categories