
Ketika ‘Ulama’ Ikut Sibuk Melindungi Kursi Penguasa, Maka Rakyat Harus Kembali pada Syariat
MUSTANIR.net – Ulama adalah pewaris nabi. Ulama tidak mewarisi Dinar dan Dirham. Akan tetapi mewarisi syariat yang dengan syariat itu, ulama membina umat dan mengoreksi penguasa.
Ulama adalah orang yang ada di garda terdepan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Bukan ikut bermain tambang sebagai kompensasi menjaga kekuasaan.
Sangat prihatin, miris, dan sedih. Sejumlah ulama dikabarkan datang ke Prabowo. Misi utamanya bukan menasihati Prabowo untuk menjalankan syariat. Akan tetapi mendapat titah dari Prabowo, untuk meredam umat agar tidak membahayakan kekuasaan Prabowo.
Ulama-ulama ini tiba-tiba sok bijak. Menasihati rakyat untuk menjaga keamanan kekuasaan.
Ulama ini tidak lagi menjadikan syariat sebagai penuntun. Malah menjadikan penguasa sebagai pemandu amal.
Banyaknya kebijakan penguasa yang zalim kepada rakyat, luput dari koreksi ulama. Mereka tidak mendatangi kekuasaan untuk menolak SDA dirampok korporasi, domestik dan asing.
Mereka tidak pernah mendatangi penguasa agar menghentikan pajak-pajak yang mencekik leher rakyat. Mereka juga tak pernah protes dan mendatangi penguasa atas kesombongan dan pamer kemewahan harta, di tengah penderitaan rakyat.
Tapi hari ini mereka menjadi pelayan penguasa, mendatangi pintu penguasa untuk mendapatkan titah dari penguasa. Mereka memiliki ketakutan yang tidak pada tempatnya.
Padahal Allah SWT telah berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.”
Akan tetapi ulama hari ini takutnya kepada penguasa, bukan kepada Allah SWT rabb semesta alam. Ulama hari ini tunduk pada perintah penguasa, bukan perintah syara’.
Ulama.lebih memilih berdiri bersama penguasa, ketimbang berdiri bersama umat untuk memperjuangkan haknya. Ulama lebih memilih melegitimasi kezaliman ketimbang berdiri tegak membela kebenaran.
Miris!
Karena itu, umat harus jeli dan teliti. Hanya mengikuti ulama yang taat syariat. Menjauhi ulama yang hanya mendukung penguasa.
Ikuti petunjuk syariat yang bersumber dari dalil-dalil syar’i. Bukan seruan ulama yang sok bijak, padahal sejatinya dia sedang menjalankan tugas penguasa untuk menjaga kekuasaan. []
Sumber: AK Channel
