Megawati Keluhkan Bangsa Indonesia Ribut Cuma Karena Freeport

Former President Megawati Sukarnoputri delivers a speech during a campaign rally of her Indonesian Democratic Party of Struggle in Jakarta, Indonesia, Saturday, April 4, 2009. Indonesia is gearing up for its legislative race in April and second direct presidential elections in July this year. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Megawati Keluhkan Bangsa Indonesia Ribut Cuma Karena Freeport

Mustanir.com – Polemik perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia turut menjadi perhatian Presiden ke-5 RI,Megawati Soekarnoputri.

Terkait perpanjangan kontrak Freeport tersebut terpaksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menggelar sidang dugaan pelanggaran etik yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

Mega pun menyayangkan bahwa perpanjangan kontrak Freeport membuat kegaduhan di dalam negeri. Padahal menurutnya, Freeport cuma bagian kecil masalah yang ada di negara ini dan masih ada masalah yang lebih urgen lainnya.

“Urusan Freeport itu baru satu loh. Hanya Freeport saja ya Allah. Nggak salah ributnya panjang kaya gini,” kata Mega di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Ketua Umum PDI Perjuangan itu selalu ingat perkataan founding father Soekarno yang mengatakan Indonesia merupakan bangsa yang besar. Indonesia merupakan negara satu-satunya di dunia yang punya kepulayan terbesar.

“Makanya saya bilang ke Pak Jokowi, kalau revolusi mental ya beneran revolusi mental. Kita lihat sendiri dulu apa yang kita bisa lakukan,” tandasnya. (tribun/adj)

Komentar Mustanir,com

Ribut ‘cuma’ karena Freeport? Sungguh malu saya kepada Bung Karno yang dengan tegas anti-Barat dan tidak membiarkan Barat menguasai SDA Indonesia. Berbeda sekali dengan Bu Mega yang lebih mesra kepada Barat. Sesungguhnya dengan riwayat bu mega dalam menjalankan pemerintahan, semua sudah tahu bahwa bu mega berpandangan Kapitalis-Liberal.

Lucunya negeri ini selama menjalankan sistem ekonomi Kapitalis-Liberal, bukannya mendapatkan hasil dari kekayaan negeri sendiri, malah lebih banyak mendapatkan sisa-sisanya saja. Gunung di freeport yang dahulu menjulang tinggi, kini tinggal lembah yang mencekung dan dalam yang ditinggalkan untuk Indonesia. Indonesia dapat emasnya? Tidak. Indonesia dapat limbahnya.

Tentu pandangan ekonomi Kapitalis Liberal bukan pandangan yang harus disepelekan. Ini adalah pandangan yang salah dalam kaca mata Islam dan juga kemanusiaan. Tidak ada keadilan yang merata kepada seluruh rakyat Indonesia. Karena keadilan yang paripurna, semata-mata hanya ada pada ekonomi Islam, bukan pada sistem ekonomi Kapitalis Liberal ataupun yang lainnya.

Categories