Militer Amerika Dan Turki Bekerja Sama Memberantas ISIS Atau Suku Kurdi?

kekuatan-militer-udara-as-menyerang-militan-selain-isis

Militer Amerika Dan Turki Bekerja Sama Memberantas ISIS Atau Suku Kurdi?

Mustanir.com – Amerika Serikat (AS) untuk kali pertama meluncurkan serangan udara dengan pesawat berawak yang berangkat dari pangkalan udara Turki. Sasarannya, basis pertahanan ISIS di Suriah. Demikian pernyataan resmi Pentagon, seperti dilansir CNN, Rabu (12/8).

Serangan udara dari Pangkalan AU Incirlik tersebut merupakan salah satu hasil kesepakatan NATO dengan pemerintah Turki bulan lalu. Pihak militer AS sudah lama menginginkan Turki sebagai basis keberangkatan serangan terhadap ISIS. Khususnya, yang menargetkan basis ISIS di Suriah dan sejumlah tempat di Irak.

Dengan memulai dari Turki, Angkatan Udara AS akan mempersingkat waktu di udara, dibandingkan bila harus terbang dari pangkalan udara AS di Irak, terutama lepas pantai Teluk Persia. Pada Juli 2015, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya meratifikasi kesepakatan militer terkait perluasan akses.

Begitu disepakati, Turki lantas meluncurkan serangan udara ke basis ISIS di Suriah. Ini cukup mengejutkan lantaran sebelumnya Turki terkenal tak cukup kuat komitmennya dalam melawan ISIS. Ditengarai, hal ini sebagai salah satu upaya sekaligus untuk memberantas kaum separatis Kurdi di Irak. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Sebagaimana kita memahami peta politik peperangan dunia saat ini adalah menjadikan Ideologi Islam sebagai common enemy. Tentara Amerika, NATO, Turki dan negara-negara lain yang berasaskan Sekulerisme dan Demokrasi akan dengan senang hati memberantas keberadaan kaum muslimin yang memperjuangkan tegaknya Ideologi Islam di muka bumi ini. Turki, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Mesir dan sebagainya, sekalipun mayoritas penduduknya adalah beragama Islam, namun keberadaan identitasnya sebagai muslim, bukan dalam rangka untuk mewujudkan kehidupan Islam, kebanyakan dari mereka terjebak untuk mendukung Sekulerisme dan Demokrasi. Sadarlah kaum muslimin.

Categories