Pastikan Tak Ada Pemurtadan, Ribuan Massa FUII Urung Bubarkan Kebaktian Stephen Tong

massa-fuii-jogja

Pastikan Tak Ada Pemurtadan, Ribuan Massa FUII Urung Bubarkan Kebaktian Stephen Tong

Ribuan massa dari Forum Umat Islam Indonesia (FUII) urung bubarkan acara Kebaktian Pembaruan Iman Nasional (KPIN) pimpinan Pendeta Stephen Tong yang digelar di Stadion Kridosono, Yogyakarta pada hari Kamis, (16/04).

Hal ini diputuskan komandan FUII dengan berbagai pertimbangan dan telah dipastikan tidak ada acara pemurtadan di acara tersebut.

Menurut pantauan Kiblat.net di lapangan, ribuan massa dari FUII telah melakukan koordinasi di beberapa Masjid di Yogyakarta.

Antara lain di Masjid Lempuyangan dan Masjid Syuhada sejak pukul 14.00 WIB. Sedangkan pada pukul 18.30 massa bergerak ke lokasi digelarnya KPIN sebelum akhirnya dihadang oleh aparat keamanan.

Adu mulut sempat terjadi antara massa FUII dengan aparat keamanan sebelum akhirnya aparat keamanan memanggil perwakilan dari FUII untuk negosiasi dengan panitia.

Akan tetapi, negosiasi gagal dilakukan karena pihak panitia menolak untuk menemui perwakilan dari FUII. Kendati demikian, dengan tenang massa membubarkan diri setelah mendengar arahan dari Komandan FUII. (kiblatnet/adj)

Inilah Alasan FUII Ingin Bubarkan Kebaktian Pendeta Stephen Tong di Yogyakarta

Kebaktian Pembaruan Iman Nasional (KPIN) pimpinan Pendeta Stephen Tong yang digelar di Stadion Kridosono Yogyakarta pada Kamis, (16/4) menuai protes dari massa umat Islam.

Ribuan massa gabungan dari beberapa ormas Islam di Yogyakarta melakukan koordinasi dengan satu komando di bawah koordinasi Forum Umat Islam Indonesia (FUII) Yogyakarta.

Ada beberapa alasan mengapa FUII hendak membubarkan kegiatan tersebut. Menurut Komandan FUII Fuad Andreago, setidaknya ada tiga poin penting sebagaimana disampaikan kepada Kiblat.net di sela-sela rapat koordinasi.

“Pertama, yang namanya Stephen Tong ini, sejarah kristenisasinya begitu kelam. Dia mengklaim di internet sudah mengkristenkan tiga ribu orang dari seluruh Indonesia. Kedua, beberapa kali dia mengatakan di DIY itu sudah mengantongi perizinan, tapi pelaksanaannya berbeda,” ungkapnya.

Ribuan massa umat Islam Jogjakarta berkumpul di dekat Stadion Kridosono pada Kamis malam, (16/04).

Ribuan massa umat Islam Jogjakarta berkumpul di dekat Stadion Kridosono pada Kamis malam, (16/04).

Fuad menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan KPIN di Yogyakarta kali ini juga terjadi kejanggalan.

“Jadi perizinan mereka, untuk pembaharuan iman, faktanya di situ ada pengobatan, ada pembaptisan, mereka ada rekayasa peserta memakai baju muslim kemudian disembuhkan, kemudian dia masuk ke agama mereka mau dibaptis. Ini yang sebenarnya kita antisipasi. Masyarakat yang kemampuan ekonominya di bawah, yang dia sedang sakit, ini yang sebenarnya ingin kita lindungi,” tambahnya.

Alasan lainnya menurut Fuad, Stephen Tong ini merupakan sosok provokator. Dia kerap mendapatkan kecaman dari masyarakat, bahkan oleh kalangan mereka sendiri.

“Dia merusak tatanan kearifan lokal. Jadi yang disini dia tidak mau menghormati mayoritas dan dia tidak peduli mau dirayakan di tempat umum maupun terbuka. Dia tidak peduli kalau nanti resikonya ada umat Islam yang terprovokasi kemudian gereja-gereja diserang, tidak peduli yang penting target mereka kaum mayoritas yang dianggap intoleran, dan kaum minoritas dianggap tertindas,” pungkas Fuad. (kiblatnet/adj)

Kebaktian Stephen Tong, FUII: Jika Ada Kristenisasi Terselubung, Kita Akan Memaksa Masuk!

stephen-tong

Forum Umat Islam Indonesia (FUII) pada Kamis, (16/04) melakukan protes terkait acara kebaktian Paskah bertajuk “Bertobatlah! Kenapa Harus Binasa?” di Stadion Kridosono.

Acara kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta Stephen Tong itu ditolak warga masyarakat umat Islam dan gabungan elemen Islam Jogja karena dikhawatirkan akan mengajak dan memobilisasi umat Islam untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Pasalnya, kegiatan serupa sudah sering dan pernah terjadi di Yogyakarta. Acara yang didalam spanduk dan pamflet bertuliskan hanya diperuntukkan bagi umat Kristiani, ternyata dalam pelaksanaannya ada aksi pemurtadan dan Kristenisasi massal. Hal inilah yang menjadi dasar penolakan gabungan elemen Islam di Jogja.

Namun, acara yang dikawal oleh sekitar 1.588 personel polisi itu urung dibubarkan oleh ribuan massa FUUI. Pasalnya, potensi kristenisasi terhadap umat Muslim di acara tersebut tidak ditemukan.

Komandan FUII Yogyakarta Fuad Andreago menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan laskar ke dalam acara tersebut untuk memastikan ada-tidaknya indikasi kegiatan pemurtadan.

Berikut pernyataan resmi Forum Umat Islam Indonesia (FUII) Yogyakarta yang diterima Kiblat.net:

Bismillah.. Alhamdulillah..

Segala puji bagi Allah SWT yang selalu memenangkan perjuangan kaum Muslimin..

Hari ini dengan izin Allah kita telah menghilangkan potensi kristenisasi di Stadion Kridosono, puluhan laskar menyusup masuk ke dalam dan memastikan di dalam Stadion Kridosono tidak terjadi kristenisasi.

Ribuan laskar Islam menunggu komando di Masjid Lempuyangan, apabila terbukti ada kristenisasi terselubung atau terdapat satu orang saja peserta muslimin/muslimah, maka kita akan memaksa masuk dengan segala resikonya.

Tekanan sangat kuat dirasakan aparat keamanan, lebih dari 1.500 polisi dan tentara berjaga di sekeliling Stadion Kridosono, ini adalah penjagaan paling ketat dalam beberapa tahun terakhir, jika terjadi bentrokan, taruhan kami adalah nyawa dan taruhan mereka adalah jabatan dan kerusuhan akan pecah di segala penjuru kota jogjakarta.

Alhamdulillah.. 

Ribuan laskar Islam satu komando, target telah tercapai, kristenisasi tidak terjadi sampai akhir acara. Laskar Islam menarik diri, kita tahu persis musuh kita bukan aparat, tapi mereka provokator-provokator kafir, saatnya akan tiba kita berhadapan dengan mereka.

Alhamdulillah..

Hari ini kaum muslimin sekali lagi menunjukkan bahwa mereka solid dan siap perang dengan musuh musuh Islam kapan pun juga, rapatkan barisan dan cetak sebanyak banyaknya mujahid-mujahid muda, dengan ridho Allah SWT, insyaAllah semakin hari kita semakin besar dan kuat.

Diucapkan jazakallahukhairan kepada seluruh laskar Islam dan kaum muslimin yang melibatkan diri, semoga Allah SWT menghitung amal hari ini sebagai jihad fissabilillah..

Amin allahuma amin.. Barakallahufiikum..

Sumber: kiblat.net

Categories