Pelemahan Indeks Saham Syariah Masih Berlanjut

209291_bursa-efek-indonesia_663_382
ilustrasi

Bursa saham Indonesia belum mampu beranjak dari zona merah. Bursa saham regional yang dibuka variatif masih ditanggapi hati-hati pelaku pasar.

Pemodal asing yang kembali menggelar aksi jual saham kembali membawa sentimen negatif pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih tertekan dengan koreksi 0,301 poin (0,17%) ke level 173,255

Pelemahan ISSI ini terpicu turunnya harga saham dari 12 emiten syariah. Sementara 11 emiten lainnya sudah mulai mengawali perdagangan di zona hijau dan 11 emiten memilih stagnan.

Di awal perdagangan, pelaku pasar sudah mentransaksikan 100,11 juta dengan sokongan dana hingga Rp 19,30 miliar.

Berharap akan adanya penguatan di sesi pembukaan, ISSI justru masih belum bertenaga. ISSI kembali melemah 0,257 poin (0,15%) ke level 173,299.

Kondisi yang sama dialami saham-saham bluechips syariah. Turunnya harga saham dari 12 emiten, membuat Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah 1,807 poin (0,25%) ke level 722,842

Meski sedikit menguat, JII masih bergerak lemah di sesi pembukaan usai mengalami koreksi 1,657 poin (0,23%) ke level 722,992.

Tren penurunan memang terlihat jelas di bursa saham nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi indikator kinerja bursa Indonesia kembali dibuka turun 7,505 poin (0,14%) ke level 5.437,129 di sesi prapembukaan.

Lantai bursa pagi ini sudah diguyut dana Rp 37,23 miliar dari hasil jual beli 117,26 juta saham.

Investor asing memulai perdagangan dengan melepas sahamnya di BEI. Asing mencetak nett sell tipis Rp 13,09 miliar.

Dari 10 indeks saham sektoral, hanya emiten properti yang memulai perdagangan di zona hijau dengan menguat 0,927 poin (0,17%). Sementara emiten sektor industri aneka bergerak flat.

Di sesi pembukaan, IHSG masih belum bisa berbuat banyak. IHSG kembali melemah 6,515 poin (0,12%) ke level 5.439,495.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah masih belum bisa keluar dari level 13.000. Rupiah pagi ini bergerak flat dengan bertengger di level 13.025 per dolar AS.

sumber: dream.co.id

Categories