Ramadhan Jumat Pertama: Masjid Al-Aqsha Dibanjiri Ratusan Ribu Umat Islam

jumat-al-aqsa

Ramadhan Jumat Pertama: Masjid Al-Aqsha Dibanjiri Ratusan Ribu Umat Islam

Mustanir.com – Sebanyak 200 ribu umat Islam memadati masjid Al-Aqsha untuk menghadiri shalat Jumat pertama di bulan Ramadhan tahun ini, sebagaimana dilaporkan kantor urusan wakaf Islam di Al-Quds, Jumat (19/06).

Jamaah shalat Jumat berbondong-bondong dari seluruh penjuru kota Tepi Barat yang terjajah. Ratusan lainnya berdatangan dari kota Jalur Gaza.

Sementara ribuan polisi Israel disebar di kota tua dan sekitarnya. Mereka dalam keadaan siap menghadapi segala kemungkinan darurat.

Polisi Israel mengatakan, hal seperti ini akan dilakukan setiap hari Jumat selama Ramadhan. Penjajah hanya membolehkan laki-laki berumur di atas 40 tahun mengikuti shalat Jumat di kiblat pertama umat Islam itu.

Direktur Wakaf Islam di Al-Quds, Syaikh Azzam Al-Khatib, mengatakan setelah shalat Jumat, menurut perkiraan kami jumlah umat Islam yang menghadiri shalat Jumat hari ini mencapai 200 ribu orang. Ruangan masjid hingga halamannya penuh dengan jamaah.

Berdasarkan pantauan Al-Jazeera, pintu-pintu masuk masjid Al-Aqsha dijejali jamaah sejak fajar. Shof shalat mereka memenuhi ruangan masjid, teras hingga halamannya.

Di sisi lain, banyak umat Islam ‘itikaf sejak malam di masjid Al-Qabali, yang bersebelahan dengan kompleks masjid Al-Aqsha. Mereka menggunakan waktunya untuk shalat, dzikir dan membaca Al-Quran.

Setelah menjalankan shalat Subuh, para pemuda menggelar protes dan meneriakkan yel-yel mendukung masjid Al-Aqsha. Mereka juga mengecam penjajah di masjid bersejarah umat Islam itu.

Pembatasan Penjajah Israel

Sementara itu, pasukan penjajah Israel memperkuat pasukan di hari Jumat pertama di bulan Ramadhan. Mereka melakukan penjaan di pintu-pintu masuk menuju kota Al-Quds. Di sekitar kompleks masjid Al-Aqsha sendiri, Israel menempatkan ribuan polisi dan tentara.

Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat umat Islam menghadiri shalat Jumat di masjid yang penuh berkah itu. Puluhan ribu warga dari berbagai desa di kota Tepi Barat dan daerah lain sejak subuh memenuhi jalan-jalan menuju kota Al-Quds. Bahkan pasukan keamanan Israel tidak mampu menghentikan pawai tersebut.

Al-Jazeera sempat berbincang-bicang dengan sejumlah warga yang tertahan memasuki masjid Al-Aqsha. Mereka mengaku tidak dibolehkan masuk masjid karena belum mencapai umur 40 tahun. Pasukan Israel memeriksa setiap warga yang ingin memasuki masjid bersejarah itu.

Menurut sumber warga Palestina, hal semacam itu diberlakukan Israel sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri sejak 1948 M. Hanya orang-orang tua yang dibolehkan shalat di masjid Al-Aqsha. (kiblatnet/adj)

Categories