Shahabat yang Mirip dengan Rasulullah

muhammad-saw

Shahabat yang Mirip dengan Rasulullah

Pada masa Nabi Muhammad saw hidup dan sepeninggalnya, ada beberapa orang sahabat dan tabiin yang mirip dengannya. Mereka adalah sebagai berikut:

1. Ja’far bin Abu Thalib

Dia adalah putera Abu Thalib (paman Nabi Muhammad saw dan kakak dari Ali bin Abu Thalib. Dikenal juga dengan julukan Ja’far ath-Thayyar. Dia dibesarkan oleh pamannya, Abbas bin Abdul Muththalib, karena ayahnya miskin dan harus menghidupi keluarga besar. Terdapat kemiripan antara Ja’far dan Nabi saw, baik dalam rupa maupun sifat yang dimiliki.

Nabi Muhammad saw memanggil Ja’far dengan panggilan “Bapak orang-orang miskin” karena ia selalu menolong dan membantu orang miskin dengan memberikan materi yang dimiliki.

2. Hasan bin Ali bin Abu Thalib

Hasan bin Ali bin Abu Thalib (625 M-669 M) adalah anak dari Ali bin Abu Thalib dan Fatimah az-Zahra, cucu pertama dari Nabi Muhammad saw. Dia adalah saudara Husain bin Ali. Hasan dilahirkan dua tahun setelah Hijrah ke Madinah (622 M).

Kedua orang tuanya adalah Ali, sepupu Nabi Muhammad saw dan orang kepercayaannya, dan Fatimah, puteri Nabi saw. Nama Hasan adalah nama yang diberikan oleh kakeknya, yaitu Nabi Muhammad saw. Hasan berarti “baik” dalam bahasa Arab.

3. Qutsam bin Abbas bin Abdul-Muththalib

Dia adalah putera ke-4 dari Abbas bin Abdul-Muththalib (paman dan sahabat Nabi Muhammad saw). Dia jugua merupakan saudara sepupu dari Nabi Muhammad saw. Dia pernah menjabat sebagai gubernur di Bahrain pada masa kekhalifahan Ali bin Abu Thalib ra. Dia wafat dan dikuburkan di Samarkand.

4. Abu Sufyan bin Harits bin Abdil Muthalib

Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib bin Hasyim al-Hasyimi adalah sepupu Rasulullah saw dan saudara satu susuan Nabi saw yang sama-sama disusui oleh Halimah As-Sa’diyah.

Menurut sebagian ulama, nama aslinya adalah Al-Mughirah. Ada juga yang mengatakan bahwa namanya adalah Kuniyahnya (julukannya). Dia termasuk sahabat yang mirip dengan Nabi Muhammad saw. Dia masuk Islam pada waktu penaklukan kota Makkah.

Dia ikut dalam Perang Hunain. Umar bin Syaibah menyebutkan bahwa ‘Uqail bin Abi Thalib pernah melihat Abu Sufyan bin Harits berjalan di antara kuburan-kuburan, lalu ‘Uqail bertanya, “Sepupu, kenapa aku selalu melihatmu di sini?” Abu Sufyan menjawab, “Aku sedang mencari kuburanku.” Di dalam ruangan Abu Sufyan digali satu kuburan. Dia duduk di atasnya kemudian pergi, dan selang dua hari kemudian dia meninggal. Lalu dia dikuburkan di sana. Satu pendapat mengatakan bahwa Abu Sufyan bin Harits wafat pada tahun 15 H, tepatnya pada masa kekhalifahan Umar. Ada juga yang mengtakan bahwa dia wafat pada tahun 20 H. Rasulullah saw memberikan pujian kepada Abu Sufyan bin Harits, “Abu Sufyan merupakan keluargaku yang paling baik.”

5. Abu Syuraih al-Khuza’i

Mengenai nama aslinya, ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama mengatakan bahwa namanya adalah Ka’ab bin Amar. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa namanya adalah Amar bin Khuwailid. Mayoritas ulama bersepakat bahwa namanya adalah Khuwailid bin Amar bin Shakhar bin Abdil Uza.

Abu Syuraih masuk Islam sebelum penaklukan kota Mekkah. Pada waktu penaklukan kota Mekkah, dia membawa salah satu bendera Bani Ka’ab bin Khuza’ah. Kemudian dia tergolong sebagai warga Hijaz dan wafat di Madinah pada tahun 68 H.

Salah satu hadits yang bersumber langsung dari Abu Syuraih al-Khuza’i adalah sabda Nabi saw, “…maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat menumpahkan darah dan mencabut satu pohon di sana (tanah haram).”

6. Beberapa sahabat lain

Beberapa sahabat Nabi saw yang lainnya juga ada yang serupa dengan Nabi Muhammad saw (secara fisik). Mereka adalah As-Saib bin Ubaid, muslim bin Mu’attab, Kabis bin Qutaibah, dan seorang penduduk Bashrah dari Bani Samah bin Luay.

Tentang penduduk Bashrah ini, ada sebuah riwayat yang menceritakan bahwa suatu ketika Muawiyah pernah mendatanginya untuk mendebatnya. Anas bin Malik ra menangis ketika melihatnya karena teringat sosok Nabi Muhammad saw.

Categories