
Benarkah Perang Melawan Radikalisme adalah Solusi bagi Persoalan Negeri?
MUSTANIR.net – Sebenarnya ada apa di balik narasi perang melawan radikalisme?
Pertanyaan ini wajar mengemuka karena ada ketidaksinkronan antara masalah yang dihadapi rakyat dengan isu yang dibahas penguasa. Ketika rakyat kelaparan karena kebutuhan pangan serba mahal, sementara lapangan pekerjaan susah didapatkan, ternyata pemerintah sibuk dengan topik bahasannya sendiri. Misalnya saja radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan makar.
Sepertinya hati rakyat dan penguasa sudah tidak “nyambung”, atau jika menggunakan istilah anak muda, tidak ada chemistry di antara keduanya. Persis seperti kondisi rumah tangga, ketika istri dan anak mengeluh kelaparan karena tidak ada makanan, sementara sang suami sibuk membahas ancaman serangan yang tidak jelas.
Inilah gambaran hubungan rakyat dan penguasa dalam sistem kapitalisme. Rakyat harus banting tulang memenuhi kebutuhannya sendiri, sementara penguasa sibuk dengan urusannya sendiri. Tidak terwujud aspek riayah, yaitu penguasa melayani rakyat dengan memenuhi kebutuhan mereka secara makruf (optimal).
Sesungguhnya isu radikalisme bukanlah solusi bagi persoalan negeri, melainkan isu pesanan dari negara-negara Barat (Amerika dan teman-temannya) atas nama dunia internasional untuk menjauhkan umat Islam dari agama dan ideologinya.
Cara ini persis yang ditempuh kaum Quraisy di Makkah ketika menghalangi dakwah Rasulullah ﷺ. Mereka melarang orang-orang mendengarkan dakwah Rasulullah ﷺ dan mengembuskan isu bahwa beliau adalah penyihir melalui lisannya.
Apakah upaya Quraisy berhasil?
Tidak. Rasulullah ﷺ berhasil membongkar kerusakan yang ada di masyarakat Makkah dan menjelaskan solusi Islam. Kelak, pasca-fathu Makkah, orang-orang Quraisy yang dulu menghadang dakwah Rasulullah justru kalah dan akhirnya masuk Islam, mengakui kebenaran dan keunggulan solusi Islam.
Inilah sunatullah perjuangan Islam. Allah ﷻ telah menjamin kemenangan Islam, sementara sistem yang lain akan tumbang. Allah ﷻ berfirman,
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya.” (QS at-Taubah: 32)
Persoalan Utama Rakyat
Sesungguhnya persoalan utama rakyat adalah penerapan sekularisme dan kapitalisme di tengah kehidupan mereka. Akibat kapitalisme, muncul aneka fasad (kerusakan) multidimensi. Mulai dari ekonomi yang kerap resesi, politik oligarki, korupsi yang menjadi-jadi, degradasi moral, output pendidikan yang jauh dari mumpuni, kekayaan negeri yang tergadai, hingga bencana yang datang silih berganti.
Akibat penerapan sekularisme, umat jauh dari Islam, padahal solusi terhadap aneka kerusakan tersebut semuanya ada dalam Islam. Tidak hanya jauh, umat bahkan buta tentang Islam. Umat pun menempatkan Islam hanya sebagai agama ritual, sementara aspek politiknya ditinggalkan.
Oleh karena itu, agenda utama kita adalah mengganti sistem sekuler kapitalisme yang rusak dan merusak ini, dengan sistem yang sahih yakni Islam. Untuk itu, butuh dakwah masif kepada umat agar mereka paham tentang keunggulan Islam, serta menjadi solusi hakiki bagi persoalan umat. Dan yang paling utama akan membawa pada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Wallahualam. []
Sumber: Ridhan Wahid
