Sudah Selayaknya Aku Menangis

Sudah Selayaknya Aku Menangis

Kaum muslimin yang sholeh di zaman dahulu, mudah sekali menangis. Mereka menangis karena rasa takut (al-khouf) kepada Allah. Takut akan dosa mereka, takut akan sedikitnya amal mereka yang diterima oleh Allah dan sebagainya.

Mudah-mudahan kisah dibawah ini dapat membuat hati kita lembut sebagaimana hati kaum muslimin dahulu yang kedekatannya dengan Allah sangat kita cemburui. Silakan disimak.

Ahmad bin Abu al-Hawari berkata, “Ketika aku menemui Abu Sulaiman ad-Darani, ia sedang menangis.” Kemudian aku bertanya, “Saudaraku, apa yang membuatmu menangis?”

Dia menjawab, “Wahai Ahmad, Ahlul mahabbah (orang-orang yang saling mencintai), jika hari menjelang malam, ia mulai membentangkan telapak kaki mereka (berdiri mengerjakan shalat), air mata mereka membasahi pipi pada saat ruku’ dan sujud.

Ketika itu Allah menyaksikan mereka dan memanggil, ‘Wahai Jibril, berdasarkan penglihatanku, siapakah yang sedang membaca firman-firmanKu dengan penuh kenikmatan itu dan kemudian istirahat untuk bermunajat kepadaKu? Sesungguhnya Aku mengawasi mereka, mendengar perkataan, keluhan, kerinduan dan tangis mereka!

Panggillah dan tanyakan kepada mereka, ‘Mengapa mereka berputus asa sebagaimana yang Aku lihat, apakah telah datang seseorang kepada kalian yang menyampaikan berita bahwa seorang kekasih akan menyiksa kekasihnya dalam bara api? Jika perbuatan kejam seperti itu, tidak pantas dilakukan oleh seorang manusia yang hina terhadap kekasihnya, maka apakah layak sekiranya dilakukan oleh Allah Yang Maha memiliki segala sesuatu dan Mahamulia?!

Maka demi kemuliaanKu, aku bersumpah, sungguh aku akan memberi hadiah kepada mereka, ketika menemuiku pada hari Kiamat kelak yakni akan aku singkapkan WajahKu yang mulia di hadapan mereka, aku melihat mereka, demikian pula mereka dapat memandangKu langsung.’

Wahai Ahmad, jika kejadiannya seperti itu, apakah engkau masih akan mencelaku ketika aku menangisi keterlambatanku dari rombongan ahlul mahabbah tersebut?”

sumber :
Buku 99 Kisah Orang-Orang Shalih, Penerbit, Darul Haq Jakarta

Categories