Rakhine adalah Tanggung Jawab Umat Islam, bukan Suu Kyi atau PBB

rakhine-adalah-tanggung-jawab-umat-islam-bukan-suu-kyi-atau-pbb

Rakhine adalah Tanggung Jawab Umat Islam, bukan Suu Kyi atau PBB

Mustanir.com – Daerah terpencil di bagian utara negara bagian Rakhine (Myamnar), dekat perbatasan Bangladesh, telah dikepung sejak pemerintah Bengis Myanmar mengirimkan pasukan keamanan untuk memburu apa yang mereka katakan sebagai Penyerang Bersenjata Rohingya, yang telah menewaskan sembilan polisi pada awal Oktober lalu.

Sejak itu, kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menerima laporan terbunuhnya orang-orang Rohingya yang tidak bersenjata oleh Tentara Bengis Myanmar, kemudian pemerkosaan perempuan-perempuan Rohingya oleh tentara di sejumlah Desa, dan pemukulan kaum muslimin Rohingya yang berada di tahanan kota Maungdaw. Sebelum serangan terbaru, diperkirakan lebih dari 100 warga sipil Rohingya mungkin telah tewas, kedua kelompok tersebut mengatakan.

Para diplomat Barat telah menyerukan kepada Aung San Suu Kyi, pemenang Nobel yang memimpin pemerintah Myanmar, untuk melakukan penyelidikan independen atas kekerasan. Sejauh ini dia melemah dan menurunkan komite negara bagian Rakhine untuk menyelidiki. Dia juga didesak oleh keluhan yang spesifik yang diajukan oleh sebuah komisi yang dipimpin oleh Kofi Annan, Mantan Sekjen PBB, yang dibentuk pada bulan Agustus lalu.

Juru bicara Suu Kyi, U Zaw Htay, mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan terbaru yang dibuat perlu bagi militer dan operasi polisi untuk melanjutkan sampai pelaku ditangkap dan senjata tersebut ditemukan. Pasukan telah diperintahkan untuk menghormati hak asasi manusia, katanya. Tapi tentara Myanmar dikenal untuk terlatih dan memiliki catatan penuh dengan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pemerkosaan dalam pertempuran dengan berbagai kelompok separatis selama bertahun-tahun, diplomat Barat mengatakan. (nyt/adj)

Apa yang terjadi pada kaum muslimin di Rakhine Utara (Myanmar) adalah tanggungjawab seluruh kaum muslimin yang lainnya. Kedzaliman penguasa Myanmar terhadap kaum muslimin di Rakhine Utara harus mendapatkan balasan yang setimpal dari kaum muslimin, yakni nyawa dibalas nyawa.

Sesungguhnya kaum muslimin di seluruh dunia saat ini memiliki beban hisab di sisi Allah nanti di Hari Kiamat, atas apa yang telah mereka lakukan untuk mereka sendiri serta atas apa yang telah mereka lakukan kepada saudaranya sesama muslim.

Kaum muslimin di Rakhine Utara membutuhkan bantuan militer untuk menghilangkan kedzaliman yang terjadi pada mereka. Bukan diam dan sekedar mengecam saja. Wahai para penguasa negeri Islam, anda akan ditagih di akhirat atas apa yang anda lakukan ketika saudara Islam kalian membutuhkan bantuan kalian. Bukan bantuan dari Suu Kyi atau PBB.

Categories