Usia Berkah Pahala Melimpah

Usia Berkah Pahala Melimpah

Oleh: Solahudin, M.A.

Mustanir.com – Dipanjangkan usia dalam ketaatan adalah anugerah besar dari Alloh subhanahu wata’ala untuk seorang hamba. Ketaatan yang dilakukan kepada Alloh subhanahu wata’ala selama 40 tahun berbeda dengan ketaatan kepada-Nya selama 20 tahun. Semakin lama dan semakin sering ketaatan dilakukan oleh seorang hamba maka akan semakin baik disisi Alloh subhanahu wata’ala, sehingga muslim terbaik yaitu seorang muslim yang dipanjangkan usianya dalam ketaatan kepadaNya. Abdulloh bin Bisyr rodiyallohu ‘anhu bercerita, bahwa ada dua orang Arab Badui menemui Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam dan salah satunya berkata:

يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ ؟ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ.

“Wahai Rosululloh, siapakah orang yang paling baik?, beliau bersabda: orang terbaik yaitu siapa saja yang berusia panjang dan baik amalnya.(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Abdurrouf al-Munawi rodiyallohu ‘anhu mengatakan, “Hal ini karena semakin panjang umur seorang yang baik, maka akan semakin melimpah pahalanya serta akan semakin meninggi derajatnya.”

Usia manusia ada pada ketetapan Alloh subhanahu wata’ala, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui batasan usia yang Alloh subhanahu wata’ala sediakan untuknya. Manusia memang tidak dibebani untuk mengetahui hal ini, mereka hanya dibebani untuk beribadah dan terus beribadah sampai habis energinya ketika kematian menjemput. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai kematian mendatangimu.” (QS. al-Hijr [15]: 99)

Syaikh Abu Bakr al-Jazairi rohimahulloh  menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan, “Teruslah beribadah yaitu mentaati Alloh subhanahu wata’ala  dengan penuh kerendahan dan kepatuhan sampai datang keyakinan yaitu kematian.”

Batas usia seseorang menjadi rahasia Alloh subhanahu wata’ala, sehingga seseorang harus senantiasa beramal sholih dari waktu ke waktu agar usianya menjadi berkah. Terutama orang-orang tua yang usianya sudah sampai 60 tahun, maka sudah sepantasnya mereka lebih meningkatkan ibadah kepada Alloh subhanahu wata’ala. Karena usia 60 adalah usia senja, yaitu usia di hari-hari akhir seseorang berada di punggung bumi yang sebentar lagi akan beralih ke dalamnya. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِيْ مَا بَيْنَ سِتِّيْنَ إِلىَ سَبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يُجَوِّزُ ذَلِكَ

“Rata-rata usia umatku ada di antara 60 sampai 70 tahun, dan sedikit sekali di antara mereka yang melampauinya.” (HR. Tirmidzi)

Akan tetapi dengan adanya hadis ini bukan berarti para pemuda bersikap santai dan malas beribadah, karena kematian pun terkadang menjemput para pemuda walaupun dia berfisik sehat dan berkantong hebat. Bahkan, bayi yang baru terlahir dan menginggal pun banyak terjadi.

Hadis di atas jika direnungkan dengan mendalam, maka akan diketahui bahwa umur umat Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam jika dibandingkan dengan umur umat nabi-nabi terdahulu sangat berbeda. Umur umat nabi-nabi terdahulu rata-rata di atas seratus tahun, Adam ‘alaihi salam misalnya berumur 1000 tahun, Nuh ‘alaihi salam berdakwah di kaumnya selama 950 tahun.

Sebagai Umat Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam seseoang harus-benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar umurnya menjadi berkah. Seorang muslim harus berfikir dan beramal sehingga umurnya yang sedikit menjadi modal kebaikan yang banyak.

Jika ditelisik lebih dalam, syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam mengandung banyak amalan yang simpel akan tetapi mengandung limpahan pahala bagi pelakunya sehingga dengan sedikitnya usia akan mampu mengejar amal solih yang dilakukan oleh umat terdahulu. Di antaranya:

  1. Solat di Masjidil Harom

Bagi yang berkesempatan umroh atau haji, hendaknya seseorang banyak melakukan solat di Masjidil Harom.

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَلاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ مِنَ الْمَسَاجِدِ

“Satu kali solat di masjidil harom lebih baik dari 1000 kali solat di tempat lain.” (HR. Thobroni)

Jika seorang muslim Indonesia berumroh selama enam hari, lalu dia mengisi waktunya dengan memperbanyak ibadah terutama sholat, maka akan banyak sekali pahala yang di raihnya.

  1. Berpuasa Sunnah Bulan Syawal

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa yang berpuasa Romadon, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan syawal maka seolah-olah dia telah berpuasa satu tahun penuh.” (HR. Muslim)

  1. Menghidupkan Lailatul Qodar

Beribadah di malam Lailatul Qodar lebih baik dari 1000 bulan, sebagaimana yang Alloh terangkan dalam surat al-Qodr, dan amalan syariah lain yang semuanya akan menjadikan umur berkah jika dilaksanakan. Wallahu ta’ala a’lam…

Categories