Fadli Zon: Nelayan Hidupnya Makin Miskin, Rawan Kriminalisasi

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017). foto: kompas


MUSTANIR.COM, JAKARTA — Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak menjadikan penenggelaman kapal asing pencuri ikan sebagai faktor keberhasilan.

Seharusnya, kata dia, keberhasilan diukur dari tingkat kesejahteraan nelayan di Indonesia.

“Yang saya dapat banyak laporan, saya juga pernah meninjau kalangan nelayan, itu mereka hidupnya makin miskin. Makin susah. Rawan dikriminalisasi karena aturan (pelarangan) cantrang dan lain-lain,” kata Fadli kepada Kompas.com, Rabu (7/2/2018).

Kritik serupa disampaikan Fadli lewat akun Twitter miliknya, @fadlizon. Kicauan Fadli tersebut langsung mendapat balasan dari Menteri Susi.

“Ukuran keberhasilan yg telah anda lakukan apa Pak Fadli yth??? Mohon pencerahan,” tulis Susi lewat akun Twitter-nya, @susipudjiastuti.

Fadli mengaku tidak mempermasalahkan respons Susi tersebut. Ia justru mengundang Susi untuk hadir dalam peluncuran bukunya di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (8/2/2018) siang ini.

Fadli akan meluncurkan buku Berpihak pada Rakyat, yang berisi penjelasan mengenai hal-hal yang telah ia lakukan selama tiga tahun menjadi wakil rakyat.

“Saya undang Bu Susi hadir dan bisa kritik saya di situ,” kata Fadli.

Fadli mengatakan, ia sebenarnya mendukung langkah Susi memberantas illegal fishing. Namun, ia menilai pemberantasan illegal fishing dengan menenggelamkan kapal tidak menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Apa sebaiknya kapal-kapal itu tidak diserahkan saja ke nelayan? Diambil, direnovasi, diserahkan ke nelayan,” kata Fadli.

Ia juga mempertanyakan dampak penenggelaman kapal terhadap lingkungan laut. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menyarankan pemerintah untuk meminta pandangan ahli lingkungan.
(kompas.com/8/2/18)

Categories