Gagal Raih Mayoritas, Erdogan Desak Pembentukan Pemerintah Secepatnya

erdogan

Gagal Raih Mayoritas, Erdogan Desak Pembentukan Pemerintah Secepatnya

Mustanir.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyeru para pemimpin partai politik untuk membuang ego mereka jauh-jauh dan membentuk pemerintahan secepat mungkin. Kalimat itu disampaikan beberapa hari setelah pemilihan parlemen yang membuat partai yang pernah dipimpinnya kehilangan posisi sebagai partai tunggal untuk membentuk pemerintahan.

Hasil pemilihan hari Minggu 7 Juni 2015 lalu, tidak ada partai yang memenangkan suara mayoritas. Ini berarti membutuhkan perhitungan panjang untuk membentuk pemerintahan koalisi dalam waktu 45 hari setelah hasil resmi diumumkan. Pemilu lebih cepat akan dilakukan jika partai politik gagal.

Tiga partai oposisi di parlemen telah mengatakan bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam koalisi dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang kini dipimpin oleh Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, setelah Erdogan mengambil alih kursi presiden.

Dalam penampilan publik pertamanya setelah pemilu, di sebuah acara pendidikan pada Kamis 11 Juni 2015, Erdogan mengatakan, tidak ada yang harus meragukan bahwa ia bisa melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya oleh konstitusi untuk pemerintahan baru yang akan didirikan.

“Orang-orang yang dikendalikan ego mereka, akan menyebabkan Turki tanpa pemerintahan, yang bisa menjawab (tuntutan) bangsa ini,” katanya.

“Kita tidak bisa membiarkan gejolak di bidang politik mengarah ke titik yang mengancam tugas-tugas kita. Ini adalah tanggung jawab kita untuk 78 juta orang. Tidak ada politisi yang memiliki hak untuk mengatakan ‘saya’, tetapi hanya ‘kami’.”

Tidak Ada Partai Tunggal
Selama masa kampanye, Erdogan secara tidak resmi telah mengampanyekan mantan partainya untuk mendapatkan mayoritas atau dua pertiga suara dalam pemilu. Erdogan ingin mengubah konstitusi dan menciptakan sebuah sistem presidensial baru, menggantikan sistem parlementer.

Namun, Partai AK yang telah mengatur negara sendiri selama 13 tahun terakhir telah gagal, bahkan untuk mencapai mayoritas sederhana, meskipun tetap sebagai partai terbesar.

Partai AK memenangkan 41 persen suara, diikuti oleh Partai Republik Rakyat (CHP) dengan 25 persen, Partai Gerakan Nasionalis (MHP) sebesar 16,5 persen, dan sayap kiri pro-Kurdi Partai Demokrasi Rakyat (HDP), dengan 13 persen.

Dengan hasil ini, pihak AK akan memiliki 258 kursi dari total 550 kurs parlemen. CHP mendapatkan 132 kursi, sedangkan MHP dan HDP masing-masing mengamankan 80 kursi. Sebuah koalisi yang bisa menggabungkan lebih dari 275 kursi akan membentuk pemerintahan. (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Turki saat ini dengan demokrasinya menjadi negara yang disegani oleh negara lain. Dan kaum muslimin di Turki saat ini sedang berbenah menuju keadaan yang lebih baik kata mereka.

Namun, sebagaimana kita tahu, demokrasi tak pernah menawarkan kebaikan kepada umat Islam. Jikalau ada kebaikannya, itu hanyalah bonus dan topeng palsu untuk menutupi keburukan demokrasi.

Turki memiliki sisa-sisa kejayaan Islam yang sangat dekat. Sangat besar kemungkinan bagi Turki untuk bisa menjadi Khilafah Islamiyyah kembali.

Categories